Sosialisasi Peraturan dan Evaluasi Kinerja Inspektorat Jenderal Tahun 2012


Yogyakarta, 6–9 Februari 2013, dengan dibukanya acara Sosialisasi Peraturan dan Evaluasi Kinerja Inspektorat Jenderal Tahun 2012 pada hari rabu (6/2/13). Oleh Inspektur Jenderal Drs. Mochtar Husein, memberikan paparan dengan tema Menyambut Dimensi Baru Dengan Penguatan Kompetensi, yang menekankan kepada Tugas dan Tanggung Jawab Pegawai serta Akuntabilitas dan Profosionalisme yang dapat meningkatkan Prestasi Kinerja.


Lebih lanjut Drs. Mochtar Husein juga menjelaskan tentang tantangan Global Pengawasan, Tantangan Pengawasan Intern ke depan, tingkat ukuran keberhasilan Pengawasan  dan menjagaProfosionalisme Pengawasan.
1.    Tantangan Global Pengawasan ;
a.    Perubahan Paradigma atas peran dan fungsi pengawasan intern
b.    Peningkatan kompetensi pengawas intern
c.    Perkembangan Teknologi Informasi


2.    Tantangan Pengawasan Intern;
a.    Penguatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
b.    Penerapan IFRS (Int’l Financial Reporting Standard) pada akuntansi sektor korporasi
c.    Penerapan acrual basis pada akuntasi sektor pemerintahan
d.    Penerapan Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Risiko

 

3.    Tingkat Ukuran Keberhasilan Pengawasan
Paradigma Lama :
□    Ukuran keberhasilan aparat pengawasan intern pada sektor publik dinilai dari jumlah temuan hasil pemeriksaan.
Paradigma Baru :

□     Peran Pengawas intern tidak hanya untuk mendeteksi penyimpangan saja, namun diikuti peran lain yang menjadi kebutuhan.


4.    Menjaga Profosionalisme Pengawasan ;

   -  Peningkatan kompetensi aparat pengawas intern.
   -  Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
   -  Meningkatkan kompetensi pegawai tidak hanya akuntansi dan auditing tetapi juga banyak disiplin ilmu untuk mendukungnya
   -  Adanya Sertifikasi


Drs. Mochtar Husain selaku Inspektur Jenderal menyimpulkan dan mengingatkan kepada seluruh Pegawai Inspektorat Jenderal KESDM, bahwa Perubahan atau penambahan fokus merupakan tantangan baru bagi pengawas intern di masa yang akan datang sehingga tetap eksis dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Penguatan kompetensi menjadi kebutuhan  karena kompetensi adalah pedang kehormatan seorang satria pengawasan intern.