Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Inspektorat Jenderal KESDM


Inspektorat Jenderal KESDM mengadakan acara Sosialisasi Tindak Pidana Korupsi pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2015 di Auditorium Lantai VI Gedung Inspektorat Jenderal KESDM. Acara tersebut dibuka oleh Inspektur Jenderal KESDM Drs. Mochtar Husein, dan menghadirkan Narasumber dari Badan Reserse Kriminal Mabes POLRI Brigjen Polisi Akhmad Wiyagus, SIK, SH, MSI, MM selaku Direktur Tindak Pidana Korupsi, dan Muji Hartoto Auditor Madya pada Inspektorat V Inspektorat Jenderal KESDM.

Acara yang dihadiri oleh pegawai di lingkungan InspektoratJenderal KESDM ini berlangsung selama tiga jam diisi dengan sosialiasi mengenai tindak pidana korupsi, bentuk-bentuk gratifikasi, dan cara pelaporan dalam whistleblowing system.

Brigjen Polisi Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa peran Inspektorat Jenderal sebagai APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan) memiliki tugas yang berat. Tantangan terbesar adalah menjamin organisasinya dapat memenuhi ekspektasi publik, memiliki akuntabilitas, dan meminimalisir tindakan korupsi.

Adapun Muji Hartoto menjelaskan mengenai Whistleblowing System yang dapat digunakan untuk pengaduan pegawai apabila mengetahui penyimpangan hukum terutama tindak pidana korupsi, dan gratifikasi di lingkungan Kementerian ESDM.

Diakhir acara, Inspektur Jenderal menghimbau kepada seluruh pegawai Inspektorat Jenderal harus memiliki integritas yang tinggi dan tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun dan akan menindak setiap pegawai yang terbukti melakukan KKN. “Saya ingin membangun komitmen Clean and Good Governancedalam Kementerian ESDM”, tegasnya.